Jaringan Narkoba Malaysia-Sulsel Terungkap, Polisi Sita Puluhan Kilogram Sabu
By Admin

Dok. Polda Sulsel
nusakini.com, Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengungkap sejumlah kasus narkotika yang diduga terkait jaringan internasional dari Malaysia menuju Sulawesi Selatan melalui jalur laut.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel bersama sejumlah satuan wilayah selama lima bulan pertama tahun 2026.
“Ini merupakan jaringan internasional berasal dari Malaysia melalui jalur laut dan menuju ke Sulsel,” kata Djuhandhani.
Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di wilayah Parepare. Polisi berhasil menyita sekitar 40 kilogram sabu dan 157 cartridge etomidate dari kasus yang ditangani Polsek Pelabuhan Nusantara Polres Parepare.
Selain itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel mengungkap tiga perkara dengan total barang bukti sekitar 10 kilogram sabu. Satnarkoba Polrestabes Makassar juga menyita 5 kilogram sabu dari pengembangan kasus yang berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026.
Sementara Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar mengamankan sekitar 1 kilogram sabu dari operasi terpisah.
Rangkaian pengungkapan tersebut kemudian berujung pada pemusnahan barang bukti narkotika yang dilaksanakan di Mapolda Sulsel. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu, kokain, ganja, ekstasi, serta cartridge etomidate.
Data kepolisian menunjukkan hingga pertengahan 2026 terdapat 1.175 laporan polisi terkait tindak pidana narkotika di Sulawesi Selatan dengan total 1.778 tersangka.
Selain lebih dari 70 kilogram sabu, aparat juga menyita lebih dari 30 kilogram kokain, ganja, ekstasi, tembakau sintetis, cairan sintetis, obat daftar G, dan ratusan cartridge etomidate.
Polda Sulsel menilai pengungkapan jaringan lintas negara tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam menekan masuknya narkotika melalui jalur laut ke wilayah Sulawesi Selatan, yang selama ini menjadi salah satu pintu distribusi narkoba di kawasan timur Indonesia. (*)